Memang tak banyak perusahaan
perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang mau perduli dan membina para petani
plasma atau pun swadaya. Namun hal tersebut ditepis dengan baik oleh Asian
Agri, sebuah perusahaan kelapa sawit yang ada dalam naungan Sukanto Tanoto. Asian Agri telah berkomitmen untuk melakukan pembinaan bagi
para petani untuk jadi mitra plasma dan swadaya. Tak hanya itu saja, Asian Agri
juga mendorong para petani sebagai salah satu pemasok terbesar yang kedua di
Indonesia untuk penuhi kualitas pasar sawit domestik dan internasional.
Jika pengembangan kapasitas para
petani kelapa sawit ini terus dikembangkan, maka hal tersebut pastinya akan
berdampak baik bagi kehidupan para petani sendiri, dan juga negara. Sehingga
sangat penting sekali untuk bisa mengembangkan kapasitas petani, apalagi mereka
merupakan penentu dari keberhasilan industri sawit yang ada di Indonesia. Asian
Agri merasa memiliki kewajiban untuk terus membantu kembangkan kapasitas para petani
sawit, agar kualitas sawit yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.
Petani Kelapa Sawit Bersyukur Bermitra dengan Perusahaan Sukanto Tanoto : Asian Agri
Perlu untuk diketahui bahwa saat ini
konsumen sawit semakin sadar akan pentingnya jaringan pemasok untuk mematuhi
ketentuan keberlanjutan sebagai salah satu tanggung jawab terhadap kelestarian
alam. Masing – masing pemangku kepentingan juga harus mengambil peran dalam
membuka mata dunia terhadap industri kelapa sawit yang ada di Indonesia,
termasuk Asian Agri sebagai salah satu perusahaan yang telah berkomitmen
terhadap lingkungan dan juga kebun sawit yang lestari.
Jika berbicara mengenai
keberlanjutan, Asian Agri dalam naungan Sukanto Tanoto berfokus pada
intensifikasi, karenanya tanaman kelapa sawit yang ditanam harus dipastikan
berkualitas. Pusat penelitian dan juga pengembangan Asian Agri juga terus
mengembangkan pengetahuan serta teknologi yang bisa hasilkan benih kelapa sawit
berkualitas. Benih kelapa sawit yang berkualitas dan praktek pengelolaan yang
baik jadi kunci penting dalam keberhasilan produksi kelapa sawit.
Selain hal tersebut, Asian Agri juga
memiliki komitmen cukup tinggi terhadap keberlanjutan, kemampuan dalam
telusuran rantai pasok, mempunyai kemitraan kuat dengan para petani plasma atau
pun swadaya, serta berhasil mengelola limba kelapa sawit jadi energi
terbarukan. Sejalan dengan program pemerintahan dalam menyediakan energi baru
terbarukan ini Asian Agri membangun serta mengoperasikan tujuh pembangkit
listrik tenaga biogas dengan cara memanfaatkan limbah cair kelapa sawit.
Sebelumnya, Asian Agri menyebutkan bahwa kemitraan dengan para petani jadi
fokus utama untuk tingkatkan produktifitas kelapan sawit di 3 provinsi, yakni
Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.
Komitmen kemitraan One To One
wujudkan pengelolaan kebun kelapa sawit para petani mitra yang luasanya sama
dengan kebun inti perusahaan Sukanto Tanoto ini, yakni mencapai 100 ribu hektar
kebun petani mitra. Dengan begitu tantangan sawit yang ada di Indonesia bisa
terjawab dengan langkah yang lebih konkrit lagi yang dilakukan oleh Asian Agri
tersebut. Pastinya para petani kelapa sawit sangat bersyukur sekali sebab sudah
bermitra dengan perusahaan Asian Agri.
Sementara itu Hermansyah SE, Ketua
PWI Sumut mengapresiasi kemitraan antara para petani sawit dengan Asian Agri
termasuk dengan insan pers yang sudah terjalin cukup lama. Tidak hanya para
petani yang dirangkul Asian Agri, tetapi insan pers juga turut jadi mitra
positif Asian Agri untuk menyebarluaskan informasi ke tengah – tengah
masyarakat. Diharap agar kemitraan dengan Asian Agri ini tetap terjalin dengan
baik dan terus ditingkatkan.